Tips Memilih Karyawan Untuk Merintis Usaha

Dipublikasikan Oleh Admin Pada Tanggal 8.2.11 Dalam Kategori , , Terdapat 0 komentar »

PENDAHULUAN.
Ketika seseorang memiliki modal berupa duit, sementara harapan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Swasta tidak kesampaian, maka alternatif lain untuk mencari nafkah adalah membuka usaha sendiri. Jadilah orang tersebut PNS=Pencari Nafkah Serabutan (baca : pengusaha).

Merintis sebuah usaha milik pribadi tidaklah mudah. Banyak faktor penentu keberhasilan supaya usaha tersebut bisa survive di tengah-tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah usaha adalah MEMILIH KARYAWAN. Layaknya sebuah usaha yang dirintis dari awal hingga diharapkan berkembang sampai pada titik yang diinginkan hingga masuk dalam kategori berhasil, tidak mungkin segala sesuatu dari usaha/bisnis itu ditangani sendiri. Sebab badan kita cuma satu, tangan cuma dua dan kaki cuma dua. Maka merekrut karyawan adalah suatu keharusan saat usaha yang dirintis tersebut ingin berkembang.

STUDI KASUS.
Lebih kurang setahun yang lalu saya membuka usaha warnet. Waktu itu segala sesuatunya saya kerjakan sendiri. Dari mulai memilih spesifikasi komputer, desain interior, memasang jaringan LAN, dan lain-lain hingga warnet beroperasi. Awalnya saya kuat menghandle warnet tersebut sendirian. Lama-lama kelamaan saya merasa capek dan tidak punya waktu. Termasuk meneruskan bisnis online saya di internet. Akhirnya saya mengambil inisiatif untuk merekrut 1 orang karyawan. Waktu terus berjalan hingga operator warnet yang saya rekrut berjumlah 3 orang. Semua tidak berjalan mulus. Kalo saya perhatikan, selain facebook-an mereka juga telpon-telponan dan sms-an saat jam kerja. Kemudian saya berfikir, jika kondisi kerja seperti itu berlanjut terus, pasti akan menurunkan produktivitas kerja, pelanggan jadi tidak terurus, pelayanan menurun dan membuat mereka malas untuk bekerja. Akhirnya saya proses hingga operator hanya tersisa 1 orang.

Dari contoh studi kasus singkat tersebut, kesimpulan yang bisa di ambil adalah :

1. JANGAN PERNAH MEREKRUT KARYAWAN YANG HOBI TELPON-TELPONAN ATAU SMS-AN PAKE HP SAAT JAM KERJA.

2. Toleransi bisa diberikan jika memang SMS dan TELPON diperlukan untuk menyelesaikan suatu urusan, tapi ingat .... tidak keterusan atau bahkan kebablasan.

3. Jika sudah terlanjur di rekrut, beri peringatan. Kalo masih di ulang PECAT saja !

0 komentar

Poskan Komentar