Saat inih, kartu debit berlogo Visa/MasterCard yang dikeluarkan bank-bank yang ada di Amerika Serikat (US) sudah nggak bisa lagi dipesan - dengan cara yang mudah - dari luar negara ituh. Entah kapan kebijakan baru inih diterapkan, karena saya nggak ngikutin beritanya. Yang pasti, kartu debit MasterCard yang pernah saya dapatkan dari Payoneer nggak bisa digunakan lagi.Bagi pelaku bisnis online seperti saya, hal kayak gini mempersulit bisnis online saya. Contohnya, kalo saya mau mencairkan hasil afiliasi dari friendfinder, dulu bisa dicairkan melalui Payoneer ke kartu debit saya. Sekarang ? Nggak bisa lagi. Otomatis option lain yang saya pake untuk nyairin hasil afiliasi dari friendfinder ituh harus saya cairkan via cek.
Sodara-sodara mungkin sudah pada tau, negara inih tidak familiar dengan yang namanya cek. Saya pernah nyairin cek dari friendfinder via bank mandiri cabang Semarang. Belum apa-apa sudah diminta bayar registrasinya 300 ribu. Kata petugas bank pada waktu ituh, saya harus nunggu kira-kira sebulan karena cek-nya dikirim lagi ke Amrik. Saya tungguin dech. Ech, nggak taunya tuh cek nggak cair-cair. Sempat saya ikhlaskan tapi akhirnya cair juga setelah menunggu 4 bulan. Busyet dech .... ! Cek saya waktu ituh nilainya cuman USD 100 lebih beberapa cent. Setelah cair masih dipotong sekitar 300 ribu lagi. Jadi untuk nyairin cek senilai 100 dolar, saya di charge oleh bank mandiri sebesar 600 ribu. Mahal amat yach ....
Kalo dihitung, total duit yang saya dapatkan setelah cek itu cair cuman 400 ribu perak. Nilai yang nggak sebanding dengan sebuah pekerjaan yang namanya afiliasi. Se-nggak-nya ituh menurut saya.
Saya ambil hikmahnya ajah, sebab kalo nggak gituh, saya nggak bakal tau kelakuan bank mandiri soal urusan mencairkan cek.
Yang saya ceritakan di atas adalah suatu bukti kalo cek ituh nggak familiar di Endonesa inih.
Sodara punya pengalaman ? Share di blog inih via komentar yach ....
0 komentar
Poskan Komentar